Sering Melahirkan Risiko Dinding Miss V Keluar
Rabu, 20 April 2011 - 18:43 wib
MELAHIRKAN merupakan pengalaman membanggakan bagi seorang wanita. Di balik kebahagiaan yang meliputi, wanita melahirkan juga menanggung risiko prolaps organ panggul. Salah satu risiko ditangung oleh wanita yang sering melahirkan.
Dalam proses persalinan, banyak hal bisa terjadi, mulai kecacatan hingga nyawa melayang. Persalinan normal melalui Miss V memang lebih aman dibanding persalinan caesar yang mempunyai risiko kematian lima kali lebih tinggi. Namun, sebagian ibu melahirkan normal memiliki risiko kecacatan dasar panggul (prolaps organ panggul/POP) seperti robekan akibat penggunaan alat bantu saat melahirkan serta lamanya proses melahirkan.
Prolaps diartikan sebagai turun atau keluarnya dinding Miss V disertai organ panggul lain ke dalam atau keluar liang Miss V. Sebanyak 50 persen wanita yang telah melahirkan akan mengalami prolaps organ panggul, mulai dari derajat ringan sampai berat. Umumnya, kondisi ini dialami wanita usia 50 tahun ke atas dikarenakan bagian yang menyokong Miss V mulai melemah.
"Wanita yang melahirkan secara normal di bawah 35 tahun tetap berisiko, dengan perbandingan 1:4 (1 wanita mengalami POP di antara 4 wanita yang melahirkan-red) dan wanita di atas 35 tahun perbandingannya 1:2. Prolaps merupakan fenomena yang terabaikan, padahal sudah banyak sekali kasusnya di dunia bahkan Indonesia. Sudah saatnya kita memerbaiki paradigma bahwa dengan meningkatkn kualitas hidup, angka kematian ibu dapat ditekan," papar Dr Budi Iman Santoso, SpOG (K), Ketua Departemen Obstetrik dan Ginekologi FKUI-RSCM yang ditemui okezone pada acara Urogynecology Update 2011 di Gedung A RSCM, Jakarta, Rabu (20/4/2011).
|